Minggu, 13 Maret 2016

RANGKAIAN PENGISIAN DAN PENGOSONGAN KAPASITOR (E2)

RANGKAIAN PENGISIAN DAN PENGOSONGAN KAPASITOR
(E2)

Desy Novitasari., Siti Nor Fatmah., Irma Sari., Ali Fitroni., Tuti Nurlatifah., Mirna Wati., Andy Azhari.
Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat
Jl.
Brigjend Hasan Basry, Kotak Pos 219 Banjarmasin 70123 Indonesia
e-mail:
info@unlam.ac.id

AbstrakPercobaan rangkaian pengisian dan pengosongan kapasitor bertujuan untuk membuat grafik pengisian dan pengosongan muatan kapasitor, menentukan waktu dan kapasitas tegangan, dan mengenli toleransi kapasitor. Metode yang digunakan mengukur tegangan. Pengisian kapasitor 100 × 10-6F tegangan pada waktu { pada (10,00±0,01)s; (20,00±0,01)s; (30,00±0,01)s; (40,00±0,01)s} sama yaitu 3,2 ± 0,1 V dan pada ppengosongannya {(1,8 ± 0,1)v; (0,8 ± 0,1)v; (0,4 ± 0,1)v; (0,2 ± 0,1)v}. Pada pengosongan kapasitor, kapasitor yang kecil jauh lebih cepat dibandingkan kapasitor kapasitas besar. Percobaan kali ini dapat dikatakan gagal karena ketidaktepatan dalam menentukan waktu, serta kapasitas komponen lainnya.
                Kata KunciKapasitor, tegangan, toleransi.


I.                    PENDAHULUAN

K
apasitor merupakan salah satu piranti elektronika yang terpenting. Rasanya tak ada untai elektronika dirangkai tanpa menggunakan kapasitor. Jika secara fisik kapasitor tidak dipakai dalam suatu untai elektronika, watak kapasitor tetap hadir pada piranti-piranti yang lain, baik itu pada rasistor, dioda, atau pun transistor. Oleh karena itu, pemahaman watak-watak kapasitas mutlak perlu jika kiata ingin menguasai teknologi modern yang boleh dikata hampir selalu berkaitan dengan elektronika. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari dua buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan sebagainya. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat menglir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, fenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diambil sutu rumusan masalah yaitu “Bagaimana hubungan besarnya

tegangan terhadap waktu pengisian dan pengosongan kapasitor ?”
Adapun tujuan dari percobaan kali ini yaitu untuk membuat grafik pengisian dan pengosongan kapasitor, menentukan waktu dan kapasitas kapasitor, serta untuk mengenali toleransi komponen.


II.                  KAJIAN TEORI

Peristiwa pengisisan dan pengosongan kapasitor memegang peranan penting dalam elektronika arus yang berhubungan dengan ini mengenai dengan waktu sehingga disebut arus transien yang berarti arus yang hanya timbul sebentar jadi bukan arus tetap peristiwa yang digunakan untuk mengubah denyut dalam pesawat televisi, penunda waktu menghasilkan pengapitan tegangan dan laini-lain. Peristiwa tersebut dapat digambarkan pada gambar 1.
Gambar 1. Pegosongan Kapasitor

Telah kita ketahui bahwa kapasitor terbuat dari dua plat konduktor yang dipisahkan oleh suatu isolator/dielektrik jika luas plat = A, jarak antara pelat d dan permitivitas dielektrik = e, maka nilai kapasitansinya :


................................(1)

Jika kapasitornya dan kapasitansi C dihubungakan dengan suatu sumber tegangan V, maka setelah beberapa waktu di dalam kapasitor akan terkumpul muatan sebanyak

......................................(2)

Setelah itu nilai muatan ini tercapai dikatakan kapasitor sudah terisi penuh. Isi muatan akan tetap tersimpan dalam kapasitor selam tak ada kebocoran muatan yang mengatur dari plat kapasitor yang satu ke yang lain.[1]

Pada sebuah kapasitor diisi melalui sebuah hambatan yang cukup besar, maka tegangan yang melintang kapasitor akan naik. Kenaikan tegangan semakin lama semakin kuat sesuai dengan bertambahnya besar jumlah muatan dalam kapasitor. Selanjutnya dari persamaan tersebut maka grafik dapat digambarkan sebagai berikut.

.................................(3)

Gambar 2. Grafik Pengosongan Kapasitor

Kapasitor adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik sebagai akibatnya kapasitor merupakan suatu tempat penampungan (reservoir) dimana muatan dapat disimpan dan kemudian diambil kembali. Aplikasi-aplikasinya yang umum meliputi kapasitor penampung dan kapasitor penghalus yang digunakan dalam catu daya. Pencampuran sinyal AC diantara tahapan-tahapan (stay es) amplier, dan pemisahan sinyal-sinyal dalam catu daya (dengan kata lain mentanahkan catu daya untuk sinyal AC).[2]

Rumus untuk pengosongan kapasitor adalah

...................................(4)

Vs adalah tegangan kapasitor sebelum pengosongan. Vs akan bernilai sama dengan tegangan input pengisian kapasitor adalah apabila kapasitor diisi penuh.[3]

Kapasitor digunakan untuk menyimpan energi dalam waktu yang singkat untuk kemudian dibebaskan dengan cepat kembali dalam rangkaian listrik. Penggunaan kapasitor sangat beragam diantaranya :
1)       Untuk mencapai gelombang radio.
2)       Sebagai salah satu komponen dalam sistem pengapit mobil.
3)       Sebagai filter dalam catu daya.
4)       Sebagai penyimpan energi dalam rangkaian.[4]

Salah satu cara untuk mendapatkan kapasitansi yang besar adalah dengan membuat jarak sekecil mungkin mudah dilakukan kalau isolatornya berupa zat padat. Umumnya kapasitor dibuat dai dua lembar metal tipis yang dibatasi isolator tipis seperti kertas mika sehingga dapat digolongkan dalam bentuk dan ukuran yang kompak.[5]

Untuk grafik I(t) pada kapasitor secara eksponensial digambarkan sebagai berikut.
Gambar 3. Grafik Pengosongan waktu t = RC disebut tetapan waktu

Selanjutnya ketika kapasitas diisi maka
Gambar 4. Grafik Pengisian, perubahan tegangan kapasitor terhadap waktu

Gambar 5. Grafik perbandingan waktu terhadap tetapan, makin besar tetapan waktu RC, makin lama mencapai Vc = E

III. METODE PERCOBAAN
               
Pada percobaan rangkaian pengisian dan pengosongan kapasitor kali ini diperlukan peralatan seperti  kapasitor dengan kapasitansi 100 mF dan 4700 mF, sebuah power supplay, sebuah resistor 47W, sebuah voltmeter, dan dua buah kabel penghubung.

Gambar 6. Alat dan bahan percobaan

Adapun rumusan hipotesis yang saya ajukan pada percobaan kali ini yaitu pada pengisian kapasitor, semakin lama waktu maka tegangan pada kapasitor semakin meningkat dan arus yang mengalir akan semakin menurun. Sedangkan pada pengosongan kapasitor, semakin lama waktu maka tegangan akan semakin menurun dan arus akan mengalir semakin menurun.
 Pada percobaan kali ini telah ditentukan pula identifikasi dan definisi operasional variabel pada rangkaian pengisian dan pengosongan kapasitor. Variabel yang dimanipulasi adalah waktu (s) yaitu dengan mengubah-ubah waktu pada rangkaian pengisian kapasitor dan pengosongan kapasitor pada waktu 10 s, 20 s, 30 s, dan 40 s dengan menggunakan stopwatch digital. Variabel yang direspon adalah tegangan (v) yaitu mengamati perubahan tegangan dengan menggunakan voltmeter pada setiap waktu yang telah ditentukan. Dan variabel kontrolnya adalah jenis kapasitor, kapasitansi kapasitor, sumber tegangan, resistor, dan kabel penghubung, yaitu menggunakan kapasitor elektrolit, dengan kapastansi kapasitor dari dua buah kapasitor yaitu 100mF dan 4700mF dengan melakukan dua kali percobaan dengan kapasitor yang berbeda namun ditetapkan pada setiap percobaan, menetapkan sumber tegangan sebesar 3 volt, mengunakan resistor 47W dan dua buah kabel penghubung yang sama selama percobaan.
Adapun prosedur kerja yang harus dilakukan dalam percobaan kali ini yaitu pertama-tama percobaan dilakukan dengan menggunakan kapasitor dengan kapasitas 100mF atau setara dengan 100×10-6 F. Merangkai peralatan secara paralel seperti pada gambar berikut ini.

Gambar 7. Rangkaian pengisian Kapasitor

Selanjutnya menghubungkan rangkaian pada sumber tegangan, serentak dengan memulai waktu pada stopwatch. Mengamati perubahan tegangan pada voltmeter setiap satuan waktu yang telah ditentukan. Pada percobaan kali ini dilakukan empat kali pengambilan data yaitu pada waktu yang telah ditentukan (10 s, 20 s, 30 s, dan 40 s). Selanjutnya diteruskan dengan rangkaian pengosongan kapasitor yaitu dengan melepaskan rangkaian pada sumber tegangan pada waktu berakhirnya pegisian kapasitor, dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 8. Rangkaian pengosongan

Kemudian mengamati perubahan tegangan pada selang waktu yang sama seperti pada saat pengisian kapasitor. Selanjutnya melakukan langkah-langkah yang sama seperti sebelumnya dengan menggunakan kapasitor dengan kapasitansi 4700mF.
Selanjutnya mencatat hasil pengukuran pada tabel 1 untuk pengisian dan pengosongan kapasitor 100mF dan tabel 2 untuk pengisian, dan dimana dan pengosongan kapasitor 4700mF. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk hasil percobaan kali ini yaitu ketelitian alat ukur dan persamaan teoritis berikut ini.

                             .........(5)

∆V = ½ NST                       ...........(6)
         .............(7)



IV. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

          Percobaan pengisian dan pengosongan kapasitor ini bertujuan untuk membuat grafik pengisian dan pengosongan kapasitor, menentukan waktu dan kapasitas kapasitor, serta untuk mengenali toleransi komponen. Telah diperoleh hasil percobaan kali ini dengan menggunakan dua buah kapasitor dengan kapasitas kapasitor 100mF dan 4700mF, mengukur tegangan yang terbaca pada voltmeter dengan menggunakan batas ukur terkecil 2 volt  per jumlah skala terkecil 10, sehingga nilai skala terkecilnya 0,2 volt dan ketelitiannya sebesar 0,1 volt. Serta dengan menggunakan stopwatch untuk mengamati satuan waktu, dengan ketelitian 0,01 sekon.
Pada pengisian dan pengosong kapasitor telah diperoleh hasil percobaan, yang tampak pada tabel 1 dan tabel 2 berikut ini.
                Tabel 1. Pengisian dan Pengosongan Kapasitor
C = 100 × 10-6 F ; R = 47 W ; e0 = 3 volt
NO
(t ± ∆t)
sekon
(V ± ∆V) volt
PENGISIAN
PENGOSONGAN
1
10
3,2 ± 0,1
1,8 ± 0,1
2
20
3,2 ± 0,1
0,8 ± 0,1
3
30
3,2 ± 0,1
0,4 ± 0,1
4
40
3,2 ± 0,1
0,2 ± 0,1

Tabel 2. Pengisian dan Pengosongan Kapasitor
C = 4700 × 10-6 F ; R = 47 W ; e0 = 3 volt
NO
(t ± ∆t)
sekon
(V ± ∆V) volt
PENGISIAN
PENGOSONGAN
1
10
3,2 ± 0,1
3,2 ± 0,1
2
20
3,2 ± 0,1
3,2 ± 0,1
3
30
3,2 ± 0,1
3,2 ± 0,1
4
40
3,2 ± 0,1
3,2 ± 0,1

Berdasarkan hasil percobaan tersebut telah dilakukan perhitungan secara percobaan dan teoritis, sehingga dapat pula dibuat suatu grafik. Pada percobaan pertama pengisian dan pengosongan kapasitor dengan kapasitas kapasitor 100 × 10-6 F dapat dilihat pada tabel 1. Secara percobaan tegangan yang terukur pada voltmeter dalam selang waktu empat kali setiap 10 sekon adalah sebesar 3,2 ± 0,1 volt. Dan seperti yang kita ketahui bahwa perhitungan suatu pengisian ataupun pengosongan kapasitor selalu dimulai pada selang waktu 0 sekon. Sehingga dapat dibuat suatu grafik hubungan tegangan terhadap waktu sebagai berikut.
Gambar 9. Grafik V-t Percobaan (C = 100mF)
               
Dapat dilihat pada grafik tersebut tegangan tidak berubah secara eksponensial. Tegangan sudah mencapai batas maksimum sebelum mencapai selang waktu yang telah ditentukan sehingga tegangan pada voltmeter tidak dapat meningkat lagi. Dan berdasarkan teoritis dapat pula dibuat grafik hubungan V terhadap t dengan nilai teoritis Vc yang dihitung berdasarkan persamaan 4 sehingga diperoleh hasil dalam empat kali setiap 10 sekon sebesar 3 volt. Sehingga terbentuk pula grafik hubungan seperti dibawah ini.

Gambar 10. Grafik V-t Teoritis (C = 100mF)

Dapat dilihat pada kedua grafik tersebut, hubungan tegangan terhadap waktu secara percobaan dan teoritis nilainya masih berbeda, namun hampir mendekati sama. Dan dapat pula dilihat pada kedua grafik tegangan tidak berubah secara eksponensial.
Berdasarkan beda potensial atau tegangan yang telah diperoleh tersebut dapat pula diperoleh nilai muatan Q berdasarkan teoritis dengan menggunakan persamaan 2 yaitu pada empat kali setiap 10 sekon adalah 3 × 10-4 Coloumb. Dan dapat pula dilihat grafik hubungan muatan Q terhadap waktu t berikut ini.
Gambar 11. Grafik Q-t Teoritis (C = 100mF)

Dapat kita lihat pada grafik tersebut dapat dikatakan bahwa muatan telah mencapai tegangan maksimum sebelum waktu berjalan selama 10 s, sehingga pada selang waktu selanjutnya muatanya tidak bertambah lagi.
Adapun nilai teoritis kuat arus yang diperoleh melalui persamaan 3, pada empat kali setiap selang waktu 10 s nilai kuat arusnya adalah 0 ampere. Sehingga grafik hubungan kuat arus terhadap waktu tidak dapat terbentuk, seperti yang tampak pada grafik berikut ini.
Gambar 12. Grafik It – t teoritis (C = 100mF)

Pada grafik hubungan kuat arus terhadap waktu tersebut tidak dapat terbentuk karena kuat arus selalu bernilai nol. Besarnya arus tidak dapat diketahui, kemungkinan hal tersebut dikarenakan resistor yang digunakan terlalu kecil resistansinya sehingga menyebabkan nilainya tidak eksponensial.
Sedangkan pada pengosongan kaspasitor ini nilai tegangan berdasarkan percobaan pada empat kali setiap selang waktu 10 sekon adalah (1,8 ± 0,1)v; (0,8 ± 0,1)v; (0,4 ± 0,1)v; (0,2 ± 0,1)v. Sehingga dapat dibuat suatu grafik hubungan tegangan terhadap waktu sebagai berikut.
Gambar 13. Grafik V-t Percobaan (C = 100mF)

Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pengosongan maka tegangan akan semakin menurun. Sedangkan pada perhitungan secara teoritis nilai tegangan, muatan maupun kuat arus tidak dapat diperoleh karena nilai eksponensialnya adalah nol.
Pada percobaan kedua pengisian dan pengosongan kapasitor dengan kapasitansi kapasitor 4700×10-6F. Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat pada pengisian kapasitor nilai tegangan berdasarkan percobaan pada (10,00±0,01)s; (20,00±0,01)s; (30,00±0,01)s; (40,00±0,01)s, besarnya sama yaitu (3,2±0,1)v. Sehingga bentuk grafik dari data tersebut sama sepertinpada gambar 9. Dan nilai tegangan berdasarkan persamaan teoritis pada selang waktu tersebut di atas  adalah sebesar 2,97 volt, 3 volt, 3,1 volt, dan 3,2 volt. Sehingga dapat dibuat grafik sebagai berikut.
Gambar 14. Grafik V-t teoritis (C=4700mF)

Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat bahwa tegangan berubah secara eksponensial. Adapun nilai teoritis muatan dari percobaan ini yaitu pada selang waktu yang telah ditentukan adalah sebesar 140×10-6C; 141×10-6C; 145,7×10-6C; dan 150,×10-6C. Dapat pula dibuat grafik sebagai berikut.
Gambar 15. Grafik Q-t Teoritis (C=4700mF)

Adapun nilai teoritis dari kuat arus yang mengalir pada rangkaian ini yaitu pada setiap waktu yang telah ditentukan adalah sebesar 0,14×10-20A, 0,3×10-40A, 0,64×10-60A, 1,46×10-70A. Berdasarkan hasil tersebut dapat pula dibuat suatu grafik hubungan kuat arus terhadap waktu yaitu sebagai berikut.
Gambar 16. Grafik I-t Toeritis (C=4700mF)

Sedangkan pada pengosongan kapasitor ini nilai tegangan percobaan juga sama seperti pada pengisian kapasitor sehingga grafik yang terbentuk juga sama seperti pada gambar 9. Sedangkan nilai teoritis tegangannya adalah sebesar 6,6×10-20 V; 14,4×10-44 V; 3,15×10-59 V; dan 6,9×10-79 V. Sehingga dapat pula dibentuk grafik seperti berikut ini.
Gambar 17. Grafik V-t Toeritis (C=4700mF) 

Dapat dilihat pada grafik bahwa pada pengosongan kapasitor ini bahwa semakin lama waktu tegangan akan semakin menurun. Dan dapat pula dihitung nilai teoritis muatan yaitu sebesar 310×10-24C; 676×10-44C; 148×10-63C; 324×10-83C. Sehingga dibuat grafik hubungan muatan terhadap waktu yaitu sebagai berikut.

Gambar 18. Grafik Q-t Teoritis (C=4700mF)

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, saat pengisian tegangan sudah mencapai 3 volt, tegangan yang terbaca pada voltmeter tidak bertambah lagi. Hal tersebut terjadi karena tegangan sudah mencapai tegangan maksimum yang diberikan melalui power supplay. Dan pada kedua kapasitor yang digunakan ini yaitu kapasitor 100mF dan kapasitor 4700mF, dimana pada kapasitor dengan kapasitas kecil lebih cepat waktu pengosongannya dibandingkan kapasitor dengan kapasitas besar. Hal tersebut dikarenakan pada kapasitor kecil ketika diisi muatan yang nilainya hampir mendekati nilai kapasitas kapasitor tersebut maka muatanya akan cepat kembali dalam rangkaian listrik, sedangkan dengan menggunakan kapasitor dengan kapasitas yang besar maka muatan yang hanya terisi sedikit pada kapasitor tersebut akan lebih lama waktu pengosongannya karena arus yang masih ada yang mengalir pada rangkaian tersebut.
Berdasarkan hasil percobaan bentuk dari grafik pengisian kedua kapasitor masih tidak sesuai dengan nilai teoritis dan dapat dikatakan percobaan kali ini tidak berhasil yang dikarenakan tidak tepatnya dalam menentukan nilai atau besarnya setiap komponen pada rangkaian misalnya pada penggunaan resistor yang nilai resistansinya terlalu kecil. Sehingga mengakibatkan hasil pengukuran maupun perhitungan tidak tepat.


V. SIMPULAN
                 
          Berdasarkan hasil percobaan telah diperoleh hasil percobaan nilai muatan kapasitor dengan kapasitas 100mF dan kapasitas 4700mF secara teoritis dapat dibuat grafik sebagai berikut ini.
Grafik Teoritis C = 100mF

               
Grafik teoritis C= 4700 mF
Adapun grafik pengosongan kapasitornya yaitu sebagai berikut ini.
Grafik teoritis C= 4700 mF

Pada percobaan kali ini waktu yang telah ditentukan adalah (10,00±0,01)s; (20,00±0,01)s; (30,00±0,01)s; (40,00±0,01)s. Dan kapasitor yang digunakan adalah kapasitor elektrolit dengan kapasitas 100 × 10-6 F, pada pengisian kapasitor muatan berdasarkan hasil percobaan pada waktu tersebut sama yaitu sebesar 3,2 × 10-4 Coloumb dan berdasarkan teoritis adalah sebesar 3 × 10-4 Coloumb. Sedangkan pada pengosongan berdasarkan percobaan sebesar  0,8× 10-4C,0,8× 10-4C, 0,4 × 10-4C, 0,2 × 10-4C dan berdasarkan teoritis muatanya adalah nol.  Pada kapasitor dengan kapasitas  4700 × 10-6F, berdasarkan percobaan nilai muatanya adalah 150,4 × 10—4 Coloumb dan berdasarkan teoritis pada waktu tersebut di atas secara berurutan nilai muatan adalah sebesar 140 × 10-4C, 141 × 10-4C, 145,7  × 10-4C, 150,4 × 10-4C. Pada kedua kapasitor tersebut memiliki toleransi yang begitu terlihat pada saat proses pengosongan kapasitor, dimana pada kapasitor dengan kapasitas kecil lebih cepat turun tegangannya dan pada kapasitor yang lebih besar diperlukan waktu yang lama untuk menurunkan tegangannya.

UCAPAN TERIMAKASIH

     Saya mengucapkan terimakasih kepada asisten praktikum Rangkaian pengisian dan pengosongan kapasitor (E2) yaitu Andy Azhari  yang memberikan bimbingan saat melalukan praktikum ataupun pralaboratorium. Serta kepada teman-teman satu kelompok yang telah bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan percobaan ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1]   Sutrisno. 1986. ELEKTRONIKA 1 TEORI DAN PENERAPANNYA. Bandung : ITB
[2]   Tooley, Mike. 2003. Rangkaian Elektronika Prinsip dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga
[3]   Sudjojo, Andonowati. 1985. FISIKA. Bandung : Indah Jaya
[4]   Purwadi, Bambang. 1998. ELEKTRONIKA. Jakarta : DEPKES
[5]   Foster, Bob. 1999. FISIKA SLTA3. Jakarta : Erlangga








                                                 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar