|
KARAKTERISTIK DIODA
(E5)
|
|
Desy Novitasari, Siti Nor Fatmah, Irma Sari, Ali
Fitroni, Tuti Nurlatifah, Mirna Wati, & Heny Amelia
Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Brigjend Hasan Basry, Kotak Pos 219 Banjarmasin 70123 Indonesia e-mail: info@unlam.ac.id |
Abstrak— Percobaan
ini bertujuan untuk mengetahui
dioda penyearah, karakteristik
I-V, menentukan garis beban dan
titik operasi dari karakteristik dioda
penyearah. Metode yang digunakan dengan merangkai dioda panjar maju dan mundur. Arus dan tegangan panjar maju
lebih besar daripada panjar mundur,ini sesuai teori. Nilai arus secara percobaan panjar maju
adalah {(0,0020±0,0008)A;(0,0710±0,0008)A;
(0,1607±0,0008)A;(0,2425±0,0008)A;(0,3346±0,0008)A} dan untuk panjar mundur sebesar
{(0,0025±0,0008)A; (0,0504±0,0008)A;(0,09860±0,0008)A;(0,1439±0,0008)A; (0,1932
± 0,0008)A}. Nilai
arus sedikit berbeda dengan percobaan dikarenakan ketidaktepatan dalam membaca alat ukur.
Kata
Kunci—dioda, panjar, arus, tegangan
I.
PENDAHULUAN
|
D
|
ioda memegang peranan
penting dalam elektronika, diantaranya adalah untuk menghasilkan tegangan
searah dari tegangan searah dari tegangan bolak balik, untuk membuat berbagai
gelombang isyarat, untuk mengukur tegnagan searah agar tidak berubah dengan
beban maupun dengan perubahan tegangan jala-jala (PLN), untuk saklar
elektronik, LED, laser semikonduktor, mengesan gelombang mikro dan sebagainya.
Dioda merupakan perangkat semikonduktor sambungan P-N paling sederhana yang
memiliki sifat mengalirkan arus hanya dalam satu arah. Ada beberapa macam
rangkaian dioda diantaranya penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang
penuh, rangkaian pemotong, rangkaian penjepit maupun pengganda tegangan.
Berdasarkan latarbelakang tersebut dapat diambil suatu rumusan masalah
yakni “bagaimana mengetahui secara mendasar dioda penyearah, mengetahui
karakteristik I-V , menentukan garis beban dan titik operasi dari dioda
penyearah, serta mengetahui prinsip pengaturan tegangan dengan dioda penyearah
?”
Adapun tujuan dari percobaan kali ini yaitu untuk mengetahui secara
mendasar dioda penyearah, untuk mengetahui karakteristik I-V , untuk menentukan
garis beban dan titik operasi dari dioda penyearah, serta untuk mengetahui
prinsip pengaturan tegangan dengan dioda penyearah.
II.
KAJIAN TEORI
Bagian
pembahasan ini akan diarahkan pada penjelasan secara singkat tentang diode
semikonduktor.Perlu diingat bahwa diode adalah komponen elektronik yang banyak
kegunaannya dalam perancangan.Pada
dasarnya diode terbuat dari persambungan dua tipe bahan semikonduktor,yaitu
separuh tipe P dan separuhnya tipe N.
Jika semikonduktor tipe P dan tipe N
tersebut dipersambungkan melalui proses tertentu (tentunya dengan teknologi
tinggi),maka akan terbentuk diode yang memiliki karakteristik yang unik.
Pada unit ini,akan ditinjau dua jenis
diode dari sekian banyak jenis diode yang sangat penting dalam dunia divais dan
rancang bangun elektronik,yaitu diode penyearah dan diode zener.
1.Dioda Penyearah
a.Pra-tegangan maju (Forward Bias)
Suatu
Kristal p-n dapat bekerja sebagai diode karena arus didalamnya hanya dapat
mengalir dalam satu arah dan tidak sebaliknya.Peristiwa yang dilukiskan pada
gambar 1 adalah yang terjadi jika antara ujung bahan p dan n diberi sumber
ggl.Dengan sisi-p dihubungkan dengan kutub positif baterai dan sisi-n dengan
kutub negative baterai.Pada keadaan ini dikatakan sambungan p-n diberi panjar
maju.Dalam keadaan demikian,electron dari bagian n dan hole dari bagian p mudah
menyebrangi persambungan,sehingga terjadi aliran listrik.

Gambar 1. Pra-tegangan maju
b.Pra-tegangan Mundur (Reverse Bias)
Sekarang,jika
kutub baterai dibalik,sisi-p dihubungkan dengan kutub negative baterai dan
sisi-n dihubungkan dengan kutub positif baterai,dikatakan sambungan p-n diberi
panjar mundur yang diilustrasikan seperti gambar 2.

Gambar 2. Pra tegangan mundur
Pada
keadan panjar mundur tersebut,electron dalam sisi-n dan hole dalam sisi-p sudah
mengalir.Sehingga dapatlah disimpulkan bahwa suatu sambungan p-n akan
mengalirkan arus bila diberi tegangan maju dan susah mengalirkan arus bila
diberi tegangan mundur,ini adalah sifat dari dioda.[1]
Ciri
(karakteristik) diode adalah hubungan antara arus diode dan beda tegangan
antara kedua ujung diode.Untuk diode sambungan p-n,lengkung cirinya seperti
gambar 3.

Gambar 3.Lengkung
Ciri Dioda
Pada lengkung cirri diode,arus diode iD=0
jika Vo=0.Ini sesuaidengan yang sudah dibahas sebelumnya,yaitu pada
keadaan tanpa tegangan (Vo=0) arus minoritas dan arus mayoritas
mempunyai besar sama tetapi arah yang berlawanan,sehingga arus total pada
keadaan tanpa tegangan panjar sama dengan nol.[2]
Untuk
mengetahui karakteristik diode dapat dilakukan sDC dan sebuah resistor.Dari
rangkaian percobaan diode tersebut dapat diukur tegangan yang diberikan.Dari
rangkaian pengujian tersebut dapat dibuat kurva karakteristik diode yang
merupakan fungsi dari arus ID yang memiliki diode,terhadap tegangan
VD beda tegangan antara titik a dan b.[3]

Gambar 4.(a) rangkaian untuk mengukur karakteristik
static diode (b)Kurva karakteristik diode.
Garis Beban dan Titik Operasi Q
Sub
ini akan memperkenalkan garis beban,yang digunakan untuk menentukan nilai
sebenarnya dari arus dan tegangan diode.Tinjau kembali untuk diode penyearah
dan diode zener,didalam rangkaian tersebut sumber tegangan Vs
mem-forward bias diode penyearah dan mem-reverse bias diode zener melalui
tahanan seri Rs.Perbedaan potensial pada tahanan adalah Vs-V1
dan arusnya adalah :
Sedangkan untuk arus beban bila menggunakan tahanan beban RL :
Karena rangkaian dua simpal,arus seri
terbagi pada persambungan diode dan tahanan beban,dari hukum kirchoff diperoleh
:
Is=IZ-IL (4)
Dengan memvariasikan besarnya tegangan
sumber,maka akan diperoleh beberapa titik dimana setiap pasangan titik,satu
titik pada sumbu arus dan satu titik lagi pada sumber tegangan pada grafik
karakteristik diode,maka dapat ditarik garis beban melalui titik-titik potong
tegak dan mendatar,hasilnya adalah perpotongan garis beban dengan lengkung diri
diode merupakan titikoperasi diode.[1]
Arus yang mengalir
melalui diode adalah hasilpenjumlahan dari arus injeksi dan arus
saturasi.Sehinggadaripengertian itu didapatkan rumus umum untuk penyelesaian
persamaan diode adalah sebagai berikut :
Dari persamaan
diatas dapat digunakan untuk mencari nilai karakteristik diode yaitu hubungan
antara tegangan diode (Vd) dan arus diode (Id).Karakteristik
diode sendiri adalah grafik hubungan antara besar kuat arus yang melewati diode
dan beda tegangan antara kedua ujung diode.[4]
Pada dasarnya
diode zener memiliki karakteristik yang hampir sama dengan diode penyearah
yaitu memiliki karakteristik maju
mundur.Pda diode zener bias maju Vji=0,sedangkan bias mundur
pada saat terjadigejala yang serupa breakdown pada diode penyearah.Diode zener
akan menghantarkan tanpa kerusakan,tegangan ini disebut tegangan zener.Suatu
diode zener yang dirancang akan menghantar pada tegangan zenernya untuk bias
reverse lazimnya dalam kemasan ditulis sebagai Xvy misalkan x=2.y=3
berati Vz=2,3 V atau 2v3,daya zener maksimal.[5]
III. METODE PERCOBAAN
Pada percobaan rangkaian
karakteristik dioda ini diperlkan peralatan seperti sebuah dioda penyearah,
sebuah multitester digital, sebuah resistor, sebuah power supplay, sebuah
basicmeter sebagai fungsi amperemeter, sebuah hambatan geser, dan delapan buah kabel penghubung.

Gambar 5. Alat dan bahan percobaan
Adapun rumusan hipotesis yang saya ajukan pada percobaan karakteristik
dioda ini yaitu pada rangkaian dioda jika diberi panjar maju
maka akan lebih mudah menghantarkan arus dan jika diberikan panjar mundur maka
arus akan sulit menalir.Serta semakin besar
sumber tegangan maka kuat arus akan semakin besar.
Pada percobaan kali ini telah
dilakukan identifikasi dan definisi operasional
variabel yakni variabel manipulasinya adalah tegangan sumber Vs dalam satuan volt. Dimana
tegangan sumber adalah besarnya tegangan yang mengalir pada rangkaian yang
berasal dari power supply, yang
diukur mengunakan multitester kembali, yakni diubah-ubah sebanyak 5 kali sebesar (0,17±0,01)v, (2,56±0,01)v, (5,16±0,01)v,
(7,50±0,01)v dan (10,10±0,01). Variabel responya adalah
Tegangan (V) dalam satuan volt dan arus (I) dalam satuan ampere. Dimana
tegangan adalah besarnya tegangan yang terbaca pada multitester sebagai fungsi voltmeter dengan satuan Volt. Arus adalah
besarnya arus yang terbaca pada amperemeter dalam satuan amppere. Dan variabel kontrolnya
yaitu dioda penyearah, hambatan geser dengan resistansi (28,00±0,01)W dan resistor dengan resistansi (28,00±0,01)W yang diukur kembali menggunakan multitester
sebagai fungsi ohmmeter, dimana ketiga alat ini
kita usahakan dalam keadaan tetap,
serta dengan menetapkan rangkaian yakni rangkaian dioda penyearah panjar maju
dan dioda penyearah panjar mundur.
Prosedur kerja yang dilakukan dalam percobaan kali ini terbagi menjadi dua
yakni dioda penyearah panjar maju dan dioda penyearah panjar mundur. Percobaan
pertama yakni percobaan rangkaian dioda penyearah panjar maju, pertama-tama merangkai peralatan seperti gambar 6.

Gambar 6. Rangkaian Percobaan
panjar maju
Mencatat spesifikasi komponen-komponen
yang digunakan. Memastikan bahwa tidak ada kesalahan, on-kan power supply dan
mengukur arus dan tegangan, dengan
besar sumber tegangan yang berbeda-beda. Mencatat hasil pengukuran pada tabel
1. Percobaan kedua yakni percobaan rangkaian dioda panjar mundur, dengan
merangkai peralatan seperti pada gambar 7.

Gambar 7. Rangkaian Percobaan
Panjar Maju
Melakukan
langkah yang sama seperti pada percobaan pertama. Dan mencatat hasil pengukuran
pada tabel 2. Menganalisis hasil yang diperoleh dengan menggunakan
persamaan-persamaan berikut ini.
Dengan ketidakpastian
IV. DATA DAN PEMBAHASAN
Percobaan
karakteristik ini bertujuan untuk mengetahui
secara mendasar dioda penyearah, untuk mengetahui karakteristik I-V , untuk
menentukan garis beban dan titik operasi dari dioda penyearah, serta untuk
mengetahui prinsip pengaturan tegangan dengan dioda penyearah. Pengukuran besar
hambatan pada komponen yang digunakan dalam satuan ohm dan tegangan sumber
ataupun tegangan dioda dalam satuan volt diukur menggunakan multitester
sehingga ketelitiannya sebesar 0,01 volt. Serta pengukuran arus menggunakan
basicmeter dalam satuan ampere dengan batas ukur 1 A dan jumlah skala yang
digunakan 100 sehingga nilai skala terkecilnya 0,01 ampere dan ketelitiannya
sebesar 0,005 ampere.
Pada percobaan dioda penyearah dengan menggunakan
rangkaian panjar maju dan panjar mundur ini telah diperoleh hasil pengukuran
yang tampak pada tabel berikut ini.
Rs=
(28,00±0,01)W dan RL= (25,00±0,01)W
Tabel 1.
Dioda Penyearah Panjar Maju
|
NO
|
(Vs±0,01)
volt
|
(VD±0,01)
volt
|
(I±0,005)
ampere
|
|
1
|
0,17
|
0,12
|
0,000
|
|
2
|
2,56
|
0,57
|
0,040
|
|
3
|
5,16
|
0,66
|
0,120
|
|
4
|
7,50
|
0,71
|
0,240
|
|
5
|
10,10
|
0,73
|
0,300
|
Tabel 2. Dioda Penyearah Panjar Mundur
|
NO
|
(Vs±0,01)
volt
|
(VD±0,01)
volt
|
(I±0,005)
ampere
|
|
1
|
0,17
|
0,10
|
0,000
|
|
2
|
2,56
|
1,15
|
0,020
|
|
3
|
5,16
|
2,40
|
0,080
|
|
4
|
7,50
|
3,47
|
0,120
|
|
5
|
10,10
|
4,69
|
0,160
|
Berdasarkan hasil
percobaan tersebut dapat diperoleh nilai kuat arus dengan menggunakan persamaan
6 dan nilai ketidakpastiannya menggunakan persamaan 7. Pada percobaan panjar
maju berdasarkan hasil pengukuran pada tabel 1 telah diperoleh nilai arus pada
masing-masing sumber tegangan secara berurutan sebesar (0,0020±0,0008)A dengan
kesalahan relatif sebesar 40% sehingga derajat kepercayaannya sebesar 60%,
(0,0710±0,0008)A dengan kesalahan relatif sebesar 1,16% sehingga derajat
kepercayaannya sebesar 98,84%, (0,1607±0,0008)A dengan kesalahan relatif
sebesar 0,5% sehingga derajat kepercayaannya sebesar 99,5%, (0,2425±0,0008)A
dengan kesalahan relatif sebesar 0,4% sehingga derajat kepercayaannya sebesar
99,4% dan (0,3346±0,0008)A dengan kesalahan relatif sebesar 0,27% sehingga
derajat kepercayaannya sebesar 99,73%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat
bahwa nilai kuat arus yang dihitung menggunakan persamaan 6 nilainya hampir
sama dengan nilai arus yang telah diukur, dapat dilihat pada tabel 1.
Berdasarkan angka kesalahan relatifnya hanya pada percobaan pertama yang nilainya
diragukan karena angka derajat kepercayaannya hanya sebesar 60%.
Pada percobaan panjar mundur dapat dilihat pada tabel 2 hasil
pengukurannya, dan nilai arus yang juga dapat dihitung menggunakan persamaan 6
dan dengan ketelitiannya menggunakan persamaan 7. Hasil perhitunhan pada
masing-masing tegangan secara berurutan adalah sebesar (0,0025±0,0008)A dengan
kesalahan relatif sebesar 32% sehingga derajat kepercayaannya sebesar 68%,
(0,0504±0,0008)A dengan kesalahan relatif sebesar 1,6% sehingga derajat kepercayaannya
sebesar 98,4%, (0,09860±0,0008)A dengan kesalahan relatif 0,85% sehingga
derajat kepercayaannya sebesar 99,15%, (0,1439±0,0008)A dengan kesalahan
relatif sebesar 0,6% sehingga derajat kepercayaannya sebesar 99,4% dan
(0,1932±0,0008)A dengan kesalahan relatif sebesar 0,45% sehingga derajat
kepercayaannya sebesar 99,55%. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengukuran
nilai arusnya tidak terlalu jauh berbeda dan dapat dilihat pula pada kesalahan
relatif yang kecil, hanya saja pada percobaan pertama yang yang nilai kesalahan
relatifnya yang cukup besar jadi nilai tersebut masih diragukan.
Seharusnya pada percobaan panjar maju maupun panjar mundur nilai kuat arus
yang terukur pada amperemeter dan berdasarkan persamaan 6 itu nilainya sama,
tetapi masih terdapat percbedaan. Hal tersebut dikarenakan ketidaktepatan dalam
membaca alat ukur seperti pada amperemeter dan sulitnya menentukan nilai yang
terbaca pada multitester fungsi voltmeter karena nilai yang muncul tidak
stabil.
Berdasarkan hasil percobaan dan nilai teoritis kuat arus dapat dibuat
grafik hubungan terhadap tegangan sumber antara panjar maju dan panjar mundur
yakni sebagai berikut.

Gambar 8. Grafik I-V Percobaan

Gambar 8. Grafik I-V Percobaan
Berdasarkan grafik secara percobaan dan teoritis, bentuknya sudah sama
hanya saja ada perbedaan sedikit pada nilai arusnya. Dengan demikian dapat
dikatakan percobaan kali ini hampir berhasil. Dan hasil percobaan kali ini
sudah sesuai dengan teoritis yang diajukan pada hipotesis yakni pada rangkaian dioda jika diberi panjar maju maka akan lebih mudah menghantarkan arus
dan jika diberikan panjar mundur maka arus akan sulit menalir.Serta semakin besar sumber tegangan maka kuat arus akan
semakin besar.
V. SIMPULAN
Dioda penyearah adalah dioda yang hanya mengalirkan arus satu arah. Arus dan tegangan diode
penyearah pada panjar maju lebih besar dibandingkan dengan arus dan tegangan
pada panjarmundur. Ini dikarenakan pada panjar maju lebih mudah mengalirkan arus
dibandingkan pada panjar mundur. Sehingga nilai arus dan tegangan panjar maju lebih
besar dibandingkan dengan panjar mundur. Berdasarkan gambar 7 dan gambar 8 dapat dilihat dengan jelas bahwa
yakni pada
rangkaian dioda jika diberi panjar maju maka akan lebih mudah menghantarkan arus
dan jika diberikan panjar mundur maka arus akan sulit mengalir. Sehingga karakter dari arus terhadap tegangan yaitu arus akan semakin
meningkat ketika diberikan tegangan sumber yang besar. Dan artinya prinsip dari
pengaturan tegangan yakni semakin besar tegangan yang diberikan maka kuat arus
akan semakin besar pula, karena tegangan sebanding dengan kuat arus (V~I).
Berdasarkan percobaan diperoleh nilai kuat arus pada setiap sumber tegangan
secara berurutan sebesar (0,0020±0,0008)A, (0,0710±0,0008)A, (0,1607±0,0008)A,
(0,2425±0,0008)A dan (0,3346±0,0008)A untuk panjar maju dan untuk panjar mundur
sebesar (0,0025±0,0008)A, (0,0504±0,0008)A, (0,09860±0,0008)A (0,1439±0,0008)A
dan (0,1932±0,0008)A. Berdasarkan hasil percobaan tersebut dapat dilihat bahwa
percobaan hampir berhasil. Hanya sedikit kesalahan yang terjadi saat percobaan
yakni ketidaktepatan dalam membaca alat ukur yang dikarenakan angka yang muncul
tidak stabil.
UCAPAN TERIMAKASIH
Saya mengucapkan terimakasih
kepada asisten praktikum Karakteristik Dioda (E5) yaitu Heny Amelia yang
memberikan bimbingan saat melalukan praktikum ataupun pralaboratorium. Serta
kepada teman-teman satu kelompok yang telah bekerja sama dengan baik dalam
menyelesaikan percobaan ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
Tim Dosen Fisika Elektronika Dasar 1. 2015. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar. Banjarmasin : FKIP UNLAM
[2]
Sutrisno. 1986. Elektonika Teori dan
Penerapannya. Bandung : ITB
[3]
Misbah. 2015. Hand Out Elektronika
Dasar I. Banjarmasin : FKIP UNLAM
[4]
Istichoroh, Nuzulul. 2013. Simulasi
Karakteristik Dioda dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 7.0. UNESA.
Diambil www.academia.edu/3266628/SIMULASI_KARAKTERISTIK_DIODA_DENGAN_MENGGUNAKAN_BAHASA_PEMROGRAMAN_DELPHI_7.0.
4 November 2015 pukul 12:50 WITA
[5]
Ahmad, Jayadin. 2007. ELEKTRONIKA
DASAR. Jakarta : Elektronik Book
Maaf sebelumnya mengapa gambarnya dan rumusnya tidak muncul serta tidak bisa diunduh...mohon diupload ulang
BalasHapus